BUMD Bank Sumedang Diapresiasi Pemda

Warta Insun Medal

Dra. Yusantie Mariyam – Jusyan Media

 

BUMD Bank Sumedang Diapresiasi Pemda

Perumda BPR Bank Sumedang mendapat apresiasi positif dari jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang selaku pemilik BUMD tersebut.

Apresiasi disampaikan Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir dan Wakil Bupati H. Erwan Setiawan saat menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Sumedang di Aula Rapat Bank Sumedang, Selasa (15/2).

“Dari hasil laporannya alhamdulillah meskipun di tengah-tengah pandemi covid 19 namun kinerja Bank Sumedang sangat baik. Bahkan tertinggi di Jawa Barat dan mendapatkan prestasi di tingkat Nasional,” ungkap Bupati Dony Ahmad Munir.

Dikatakan Bupati, Bank Sumedang telah menumbuhkan laba yang sangat besar dan menghasilkan profit untuk PAD sebesar Rp. 7, 6 milyar.

“Keberhasilan Bank Sumedang ditunjukkan pula dengan jumlah tabungan yang meningkat serta kredit yang diberikan kepada masyarakat pun meningkat,” ujarnya.

Bupati berharap Bank Sumedang dapat terus menjalankan amanah Perda tentang BUMD yakni menggerakkan perekonomian daerah dan mensejahterakan masyarakat.

“Bank Sumedang hadir untuk menggerakkan ekonomi daerah. Jika ekonominya bergerak, maka akan menciptakan pertumbuhan ekonomi dan  lapangan pekerjaan sehingga pada akhirnya mensejahterakan masyarakat,” harapnya.

Bupati juga berpesan agar kredit yang diberikan oleh Bank Sumedang harus berorientasi pada UMKM.

“Kredit yang diberikan harus berorientasi produktif bagi UMKM, tidak hanya berorientasi pada pinjaman konsumtif,” ujarnya.

Menyambut tantangan ke depan yang semakin berat dan kompleks serta adanya keterbatasan regulasi, Bupati mengimbau agar Bank Sumedang segera melakukan perubahan.

“Bank Sumedang harus bertransformasi untuk melakukan  perubahan yakni perubahan SDM-nya, tata kelolanya harus berbasis digital dan organisasi,” tukasnya.

Apresiasi yang sama disampaikan Wakil Bupati Sumedang H. Erwan Setiawan kepada Bank Sumedang.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah, saya mengucapkan selamat dan mengapresiasi kinerja Bank Sumedang yang telah menjadi BUMD terbaik dengan aset Rp. 500 milyar,” ucap Wabup.

Wabup berharap prestasi tersebut dapat terus dipertahankan sehingga menjadi sistem yang berkesinambungan.

“Buat kajian pendapatan dari tim independen seperti Unpad, Ikopin, Unsap dan yang lainnya.  Selain itu, manfaatkan teknologi informasi dengan membuat terobosan-terobosan baru agar Bank Sumedang berbeda dengan bank-bank lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Sumedang Yanti Krisyana Dewi mengatakan, meskipun Bank Sumedang telah menjadi yang terbaik di Indonesia untuk aset Rp. 250 – 500 milyar, namun sesuai dengan pesan pemilik (Pemda Kabupaten Sumedang) pihaknya akan melakukan perbaikan terus-menerus (continuous improvement) diantaranya dengan inovasi.

“Sesuai dengan pesan pemilik, jangan puas sampai di sini. Jadi kami akan terus berinovasi. Selain itu, kredit yang diberikan tentu akan kita tingkatkan kembali ke sektor produktif walaupun sebenarnya kita tidak pernah menurunkan nilai untuk ekspansi ke sektor produktif,” ungkapnya.

Yanti juga menjelaskan alasannya membangun kerja sama dengan Bank bjb ialah diperlukannya “Bank Anchor” dalam sistem digitalisasi.

“Kita memilih Bank bjb karena ingin meminimalisir biaya karena kas daerah ada di kami. Jadi dipastikan ‘cost’-nya tidak ada. Itu adalah MoU antara kami dengan bjb dalam proses agar transaksi keuangan daerah dari kas daerah langzung ke ‘end user’ melalui ‘virtual account’ di Bank Sumedang,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *