Kadisos membuka sosialisasi bimbingan fisik, mental spiritual dan soasial

0
2087cab2-caee-4a5a-b05d-0ab3ee52227b

Kadisos membuka sosialisasi bimbingan fisik, mental spiritual dan soasial

Sumedang, – Kepala Dinas Sosial Kab. Sumedang Drs. Agus Kori Hidayat, M. Si membuka kegiatan sosialisasi dihadapan 80 undangan dan nara sumber, Rabu (2/9) di Aula Dinsos Sumedang.

Agus, didampingi Kabid Rebsos, Agus Haeruman, S. Sos, MM, yang mengundang nara sumber Ketua TP. PKK Ny. Hj. Susi Gantini S. Si, Ketua LKS Perada Ny. Hj. Retno Ernawati S. Sos, MM, juga M. Budi Akbar Kabid Kebudayaan pada Disparbudpora.

Menurut Agus Kori, kegiatan ini mengusung tema, Penguatan Peran Keluarga dan Masyarakat dalam Mewujudkan Kesejahteraan Sosial. Dan dalam kesempatan tersebut Agus menyampaikan sejak awal Bulan Agustus sudah sekitar 51,57 % penduduk Sumedang sudah daftar ke portal perlinsos, yang terkoneksi langsung kepada delapan instansi terkait.

” Kegiatan tujuannya pun untuk kesejahteraan keluarga dan berharap hasil dari kegiatan ini bisa diserap lalu disampaikan lagi kepada yg lainnya. “Ujarnya.

Sedangkan Retno Ernawati lebih memperkenalkan peranan LKS Perada di tengah masyarakat terutama bagi ABH, Adhiv dan Odha.

” Ini adalah alur pelayanan di LKS Perada, untuk pendampingan hukum yang nantinya merupakan bagian dari pelayanan rumah singgah setelah korban atau pelaku mengakses pelayanan di Unit PPA Polres. ” jelas Retno yang selama dua tahun ini telah menyalurkan bantuan kepada sejumlah klien. Namun jauh sebelumnya pun pihaknya telah menyalurkan bantuan- bantuan kepada yang berhak menerima, termasuk bantuan dari kemensos melalui dinsos.

Jenis bantuan dari kemensos tersebut bagi Odhiv berupa nutrisi, modal usaha, bantuan paliatif sapras. Sedangkan bantuan terhadap Adhiv selain nutrisi juga bantuan sembako dari Baznas.

” Usulan dari atas kurang banyak katanya, dan jumlahnya cukup besar, tetapi usulan tersebut tidak mudah untuk asesmennya karena masih ada beberapa kendala. ” Jelasnya lagi.

Dan Ketua PKK Hj. Susi Gantini mengatakan,peran keluarga dalam membentuk generasi merupakan kunci keberhasilan dalam mendidik anak, karena keluarga adalah sekolah pertama bagi anak dan ibu adalah guru pertama bagi anak, meski sekarang tantangannya lebih berat di era digitalisasi ini.
Peran keluarga sangat besar untuk mewujudkan generasi yang peduli dan punya rasa empati yang mulai menurun karena lebih perhatian terhadap dunia maya.

” Intinya paparan – paparan tadi dari keluarga menuju kesejahteraan sosial, keluarga harus menanamkan akhlak, tumbuh empati, melahirkan generasi peduli, masyarakat saling menguatkan dan kesejahteraan sosial. Dan saya percaya ibu- ibu yang hadir ini adalah pelaku yang bisa diharapkan menggetoktularkan pada keluarga dan lingkungannnya. ” Katanya

(Humas LKS Perada) ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *