Atlet Ramaikan Sumedang Aquatic Championship III, Bupati Dony Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi
*887 Atlet Ramaikan Sumedang Aquatic Championship III, Bupati Dony Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi*

Sebanyak 887 atlet mengikuti Sumedang Aquatic Championship III Piala Bupati Sumedang Tahun 2026 yang secara resmi dibuka oleh Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir di Kolam Renang Tanjungsari Sport Center, Sabtu (16/5/2026).
Kejuaraan renang tersebut mempertandingkan total 2.711 nomor lomba yang diikuti pelajar dan berbagai perkumpulan renang di Kabupaten Sumedang.
Bupati Dony menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pelatih, official, orang tua atlet serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurut Dony, olahraga bukan hanya ajang kompetisi untuk mencari siapa yang tercepat dan terbaik, tetapi juga menjadi sarana penting dalam membentuk karakter generasi muda.

“Olahraga merupakan sarana pembentukan karakter, disiplin, mental juang, sportivitas, kerja keras serta persaudaraan antar generasi muda bangsa,” ujar Dony.
Dony juga menegaskan, kompetisi menjadi bagian penting dalam melahirkan kemajuan dan prestasi.
“Kegiatan akan tumbuh ketika ada kompetisi. Tanpa kompetisi tidak akan ada kemajuan dan perubahan. Dari olahraga akan tumbuh jiwa sportivitas, kejujuran dan semangat pantang menyerah,” katanya.
Ia pun memotivasi para atlet muda agar memiliki mimpi besar dan tekad kuat untuk membanggakan daerahnya.
“Kalian harus memiliki mimpi besar untuk membanggakan Sumedang dan dikenang oleh masyarakat Sumedang,” tuturnya.
Dony menambahkan, melalui Sumedang Aquatic Championship III diharapkan lahir atlet-atlet renang potensial yang mampu berprestasi di tingkat provinsi, nasional hingga internasional.
“Kita ingin menghadirkan ruang positif bagi para atlet muda untuk mengembangkan potensi, meningkatkan prestasi dan membangun semangat kompetisi yang sehat,” ujarnya.
Terakhir Bupati Dony juga berpesan agar bertanding dengan penuh semangat serta tetap menjunjung tinggi sportivitas.
“Menang ataupun kalah adalah hal biasa dalam sebuah pertandingan. Yang paling penting adalah bagaimana menjunjung tinggi sportivitas dan menghormati lawan,” pungkasnya.
